Skip to main content

Cara Mencegah Pertengkaran Menjadi Besar dalam Rumah Tangga Baru

emosi tidak dibalas dengan emosi
Membangun keluarga bahagia tidak semudah yang dibayangkan. 


Kebahagiaan tidak datang begitu saja tapi harus dibangun sendiri dengan setia satu sama lain, saling mencintai, saling memberi perhatian, rela menomerduakan kesenangannya sendiri demi pasangannya yang dicintai.


Pada masa awal perkawinan perlu proses penyesuaian satu sama lain. 

Pada awalnya setelah nikah akan merasa bersaing satu sama lain untuk membahagiakan pasangannya


Hal-hal yang merasa kurang menyenangkan dan sifat-sifat pasangannya yang kurang disukai tidak terlalu dihiraukan. 


Masih dalam suasana masa bulan madu hubungan masih hangat. Keadaan demikian kebanyakan tidak bertahan lama karena sifat-sifat dan watak yang sebenarnya mulai tampak dan suasana bisa berubah.


Yang perlu diperhatikan sama-sama menyesuaikan hal yang kecil, mulai dari selera makan, cara berpakaian, kebiasaan-kebiasaan lama sewaktu masih bujang, perbedaan-perbedaan karena latar belakang pendidikan, keluarga dan lingkungan.


Hal-hal seperti itu bisa menimbulkan masalah karena pasangan menjadi jengkel kecewa bahkan marah oleh karena itu diperlukan komunikasi yang baik.

Komunikasi dalam suami istri adalah suatu proses timbal-balik antara dua orang.

Komunikasi sangat penting bagi keluarga untuk menjalin hubungan yang harmonis.


Suami-istri bila dari semula berusaha untuk tetap komunikasi satu sama lain segala persoalan akan dapat dihadapi dan diatasi bersama.


Suami-istri mau bicara satu sama lain, membuka hati, jujur berani mengungkapkan keinginan-keinginan dan isi hatinya, mau mendengarkan mau menerima dan mau mengerti.

Perbedaan pendapat antar suami istri adalah wajar dalam berkeluarga.

Untuk menyelesaikan masalah dengan diskusi. Terkadang saat diskusi berubah menjadi konflik, pertengkaran dan perang mulut.


Yang penting adalah bagaimana cara mengatasi konflik itu dengan tidak perlu emosi.


Biasanya sumber konflik karena salah paham, perbedaan pandangan, campur tangan pihak ketiga (orang tua mertua orang luar).


Lebih baik membicarakan bersama sampai tuntas daripada saling diam, saling salah menyalahkan membuat situasi tidak nyaman.


Konflik terbuka tidak selalu jelek, suatu konflik dapat menjadi positif yaitu menyelesaikan suatu masalah, menyadarkan kedua belah pihak akan keadaan dan kebutuhan pasangannya serta mengungkapkan unek-unek yang mungkin sudah lama mengganggu hubungan.

Pertengkaran  pasti akan terjadi suatu saat, untuk mencegah terjadinya pertengkaran yang  bisa menjadi besar perlu dilakukan seperti :
  • saling mendengarkan dengan baik
  • mencoba memandang persoalannya dari sudut pandangan pasangan
  • emosi tidak dibalas dengan emosi
  • jangan bertengkar dihadapan orang lain (seperti anak-anak, orang tua mertua dan orang luar)
  • jangan mengkait-kaitkan masalah lain yang tidak ada hubunganya fokus pada pokok masalah
  • jangan lupa yang diajak bicara adalah pasangan anda yang dicintai bukan orang lain
  • tidak perlu berteriak tetap ada kontak.
  • bila sudah selesai pertengkaran segera memegang tangan atau berpelukan saling memaafkan. Situasi akan semakin hangat dan hubungan semakin erat
Semoga bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar