Perawat Perlu Tahu! Cara Penanganan Pasien Stroke di Unit Gawat Darurat

Setiap rumah sakit pasti ada bagian unit gawat darurat. Perawat bagian unit gawat darurat berfungsi untuk melayani pasien dengan kasus kegawatan contoh kasus seperti stroke. Setiap kasus mempunyai prinsip dan prosedur berbeda untuk penanganan sesuai penyakitnya. Disini kita akan membahas tentang cara penanganan pasien stroke di unit gawat darurat.

Apa itu stroke? Sebelumnya mari belajar mengenal penyakit stroke. Stroke adalah gangguan sirkulasi pembuluh darah di otak. Stroke dibedakan 2 jenis yaitu stroke sumbatan (infark) dan stroke perdarahan (stroke hemoragic). 


Stroke infark (sumbatan) kadang juga disebut stroke non hemoragic (SNH) adalah gangguan sirkulasi pembuluh darah di otak karena sumbatan. Sumbatan bisa karena plak-plak yang menyumbat di pembuluh darah otak.

Stroke perdarahan disebut juga stroke hemoragic (SH) adalah penyakit gangguan sirkulasi dikarenakan pembuluh darah di otak ada yang pecah.
Hasil CT-Scan kepala tampak perdarahan

Kaji keluhan pasien

Pasien datang dengan keluhan tanda-tanda stroke contohnya alat gerak seperti tangan dan kaki lemas sebelah, ada gangguan bicara pelo dan kadang tidak bisa berbicara (aphasia), penurunan kesadaran, sulit menelan, kesemutan ekstremitas, kelemahan ekstremitas contohnya kaki dan tangan kiri lemas seperti tidak ada tenaga, kadang ada pasien yang kejang.

Menanyakan riwayat sakit terdahulu seperti apakah pernah stroke? Ada riwayat sakit sebelumnya? Selama ini minum obat rutin apa? Kesadaran pasien sebelumnya apa? Ada riwayat hipertensi? Ada riwayat alergi obat sebelumnya atau tidak?.

Pasien datang ke IGD RS
  • pasien disarankan bedrest dengan kepala elevasi 30 derajat
  • Berikan oksigen 3-4 l/mnt atau NRM sesuai kebutuhan oksigen pasien
  • Bila pasiennya tidak sadar bebaskan jalan nafas dengan memasang mayo tujuannya mencegah lidah tidak masuk ke dalam dan jalan nafas lebih lancar
  • Bila ada gangguan menelan atau tidak sadar pasang NGT mencegah aspirasi atau tersedak. Bila cairan coklat banyak dilambung NGT dialirkan.
  • Pasien stroke terkadang ada gangguan eliminasi atau gangguan kencing pertimbangkan untuk pemasangan cateter secara otomatis kencing keluar lewat selang

Kolaborasi dengan dokter

  • Pasang infus bisa Ringer Lactat atau NS 0,9 %
  • pemberian injeksi citicolin 500-1000 mg iv untuk sirkulasi otak dan mencegah kerusakan otak
  • Memberi obat penurun tensi bila tensi tinggi
  • berikan tabahan obat injeksi ondancentron dan injeksi ranitidin atau omeprazole untuk lambungnya bila muntah atau pasien tidak sadar.

Apa yang harus diperiksakan?

Pemeriksakan pasien untuk ct-scan kepala gunanya mengetahui jenis stroke karena sumbatan atau perdarahan ini sangat penting untuk terapi obat selanjutnya. Pemeriksaan tambahan rongten thorax, laboratoium (darah rutin, sgot, sgpt, ureum, kreatinin, natrium, kalium, chlorida, profil lipid, gula darah sewaktu).

Bagaimana bila hasil ct-scan kepala infark?

Stroke infark bila hasil ct-scan kepala ada penyumbatan. Kolaborasi dengan dokter neurologi memberikan terapi obat pengencer darah seperti CPG, plavik, farmasal dan ditambah aspilet.

Bagaimana bila hasil ct-scan kepala ada perdarahan?

Stroke hemoragic bila hasil ct-scan kepala ada perdarahan terapi obat yang biasa diberikan untuk mengurangi terjadinya perdarahan seperti obat injeksi asam traneksamat, drip nimotop, injeksi kalnex perlu di kolaborasikan ke dokter. Bila hasilnya perdarahan yang besar perlu dikonsulkan dokter bedah saraf untuk dilakukan tindakan operasi bila sesuai indikasi.

Terapi tambahan untuk maintenance diruangan

Obat untuk lambung perlu diberikan untuk mencegah stres ulcer. Obat lambung contohnya seperti ranitidin, omeprazole dan ondancentron (mual/muntah) perlu dipertimbangkan. Pasien stroke dan bedrest biasanya ada gangguan lambung.

Obat untuk sirkulasi otak seperti injeksi citicolin diberikan untuk terapi selanjutnya. Injeksi citicolin digunakan untuk mengurangi kerusakan otak pada pasien stroke. Selain itu fungsi obat ini untuk mengingkatkan aliran darah dan oksigen ke otak lebih lancar. 

Obat untuk menurunkan tensi sesuai indikasi.

Oksigen perlu diberikan supaya otak tercukupi 02. Perlu diketahui bila otak kurang oksigen karena gangguan sirkulasi bila ada bagian otak sudah mati tidak bisa pulih lagi. Maka bila mengetahui tanda-tanda stroke segera dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat supaya cepat ditangani. Bila memungkinkan ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas ct-scan kepala. 

Mungkin sedikit yang disampaikan tentang penanganan pasien stroke di unit gawat darurat. Semoga bermanfaat untuk pembaca.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perawat Perlu Tahu! Cara Penanganan Pasien Stroke di Unit Gawat Darurat"

Post a Comment

Label