Standar Makanan yang Biasa Rumah Sakit Sajikan Sesuai Penyakit Pasien

alternative Standar Makanan yang Biasa Rumah Sakit Sajikan Sesuai Penyakit Pasien
Selama di rumah sakit saya penasaran dengan makanan kok bermacam-macam tekstur yang di berikan pada tiap pasien. 

Pikiran ingin tahu mulai bermunculan mungkin ada standar makanan di rumah sakit sesuai penyakit yang di derita pasien.

Kebetulan saya sakit patah tulang jadi makanan yang di sajikan tidak jauh berbeda dengan yang ada di rumah.

Saya penasaran dengan standar makanan di rumah sakit lalu membaca buku berjudul "Penuntun Diet" jadi sedikit mengerti.

Apakah Anda tahu standar makanan rumah sakit itu apa aja? mari kita berlajar bersama-sama.

1. Makanan biasa

Makanan biasa (MB) adalah makanan seperti sehari-hari yang beraneka ragam.

Makanan biasanya diberikan bagi orang dewasa sehat yang berdasarkan penyakitnya tidak memerlukan diet khusus.

Tujuan diet makanan biasa adalah memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan.

Walaupun makanan biasa tetap ada syarat-syarat diet makanan biasa adalah :
  • energi sesuai kebutuhan normal orang dewasa sehat dalam keadaan istirahat, 
  • Protein 10-15 % dari kebutuhan total, 
  • Lemak
  • karbohidrat 60-75% dari kebutuhan energi total cukup mineral
  • Cukup mineral
  • vitamin dan kaya serat
  • makanan tidak merangsang saluran cerna
  • makanan sehari-sehari beraneka ragam dan bervariasi.

Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet makanan biasa:
  • makanan yang merangsang seperti makanan yang berlemak tinggi, terlalu manis,
  • terlalu berbumbu
  • minuman yang mengandung alkohol.


Contoh makanan biasa ukuran rumah tangga: beras 4 gelas nasi, daging 2 potong sedang, Telur ayam 1 butir, tempe 4,5 potong sedang, kacang hijau 2,5 sdm, sayuran 2 gls, buah pepaya 2 ptg sdg.

Sayuran terdiri dari campuran kacang-kacangan, sayur daun hijau atau sayuran warna kuning, dan sayuran lain.

2. Makanan lunak (ML)

Makanan lunak (ML) adalah makanan bertekstur yang mudah dicernak, ditelan dan dicerna daripada makanan biasa.

Tujuan makanan lunak supaya pasien mudah untuk menelan dan mencerna makanan yang sesuai kebutuhan gizi dan penyakitnya.

Syarat-syarat diet makanan lunak:
  • Energi, protein dan zat gizi yang cukup
  • Makanan cincang atau lunak sesuai penyakit dan kemampuan pasien
  • Makanan porsi sedang
  • Makanan yang mudah dicerna, ditelan
  • rendah serat
  • bumbu yang tidak tajam.


Makanan lunak diberikan pada pasien post operasi tertentu, pasien dengan kesulitan mengunyah dan menelan dan perpindahan dari makanan saring ke makanan biasa.

Contoh menu:

Pagi: bubur ayam, telur 1/2 masak, jus tomat teh.

Siang: nasi tim/bubur, tumis tempe, bening bayam, pepaya iris.

Malam: nasi tim/bubur, bistik jerman, tahu isi kukus, sup wortel + buncis, pisang barangan.

3. Makanan saring

Makanan saring (MS) adalah makanan semi padat dan bertekstur lebih halus daripada makanan lunak.

Makanan saring untuk proses adaptasi terhadap bentuk makanan yang lebih padat atau perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak.

Makanan saring ini hanya diberikan dalam jangka pendek 1 sampai 3 hari saja karena kurang bergizi terutama energi dan taimin.

Rendah serat dalam porsi kecil bentuk saring atau blender diberikan 6-8 kali sehari. 

4. Makanan cair

Makanan cair mempunyai tekstur cair hingga kental.

Disajikan pada pasien yang mengalami gangguan menelan dan mencerna makanan biasanya ada gangguan kesadaran.

Makanan cair jernih

Tujuan dari makanan cair adalah memberikan makanan dalam bentuk cair yang mudah diserap oleh tubuh dan hanya sedikit, meninggalan sisa atau residu, mencegah dehidrasi dan rasa haus pada pasien gangguan kesadaran.

Syarat diet makanan cair
  • Makanan dalam bentuk cair jernih
  • Bahan makanan terdiri dari sumber karbohidrat
  • Mudah diserap dan tidak merangsang saluran cerna
  • Sangat rendah sisa (residu)
  • Diberikan selama 1-2 hari
  • Diberikan porsi kecil tapi sering

Pada pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu, keadaan mual muntah, dan sebagai makanan tahap awal pasca-perdarahan saluran cerna.

Kandungan gizi sangat rendah hanya terdiri dari karbohidrat saja.

Contoh teh, sari buah, sirup, air gula, kaldu jernih.

Makanan cair penuh (MCPO/MCPE)

Makanan cair penuh berbentuk cair atau semi cair dengan kandungan serat minimal dan tidak tembus pandang.

Makanan ini diberikan pindahan dari makanan cair jernih ke makanan cair kental.

Tujuan diet ini meringankan kerja saluran cerna.

Makanan diberikan pada pasien mempunyai masalah mengunyah, menelan atau mencernakan makanan padat misalnya pada pasien operasi mulut atau tenggorokan, pada pasien penurunan kesadaran.

Bisa diberikan melalui oral atau enteral (Naso Gastric Tube).

Makanan Cair Kental (MCK)

Makanan yang mempunyai konsistensi kental sampai semi padat dan tidak membutuhkan proses mengunyah juga mudah menelan.

Makanan ini perpindahan dari makanan cair penuh ke makanan saring.

Syarat makanan ini:
  • Mudah ditelan dan tidak merangsang saluran cerna
  • Cukup energi dan protein
  • Diberikan bertahap menuju ke makanan lunak
  • Porsi diberikan kecil dan sering tiap 2-3 jam
Makanan cair kental ini diberikan pada pasien tidak mampu mengunyah dan menelan, serta mencegah aspirasi contoh seperti pada pasien ulkus peptikum.

Artikel ini bersumber dari buku
Dr.Sunita Almatsier, M.Sc.2004.Penuntun Diet edisi baru ( instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia ).Jakarta:PT Gramedia Utama

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Standar Makanan yang Biasa Rumah Sakit Sajikan Sesuai Penyakit Pasien"

Post a Comment

Label