Skip to main content

Puisi Karya Fiersa Besari dengan judul "Perantauan" yang sangat menyentuh hati, teringat IBU

Fiersa Besari orang yang baru naik daun di media sosial. Orang yang sangat multitalenta kata-katanya bisa membuat termotivasi. Dia sering menganggap "beberapa orang mengenal dia sebagai musisi, bebrapa orang mengenal sebagai penulis, dan beberapa orang lainya mengira saya perempuan. Wajar nama saya memasang feminim" ujar Fiersa Besari.

Admin tahu Fiersa Besari dari teman yang memasang instastory dengan kata kata mutiara. Kata katanya yang memotivasi sehingga riyopedia sangat tertarik untuk melihat profilnya dengan nama akunya "fierbesari". Setelah itu melihat di youtube video dengan kata pusisi yang sangat menyentuh. Dia mencerminkan pemuda yang memotivasi kita untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Fiersa Besari mengawali dengan karya menjadi musisi sesudah itu menjadi seorang penulis. Dia juga seorang petualang mengelilingi Indonesia. Menjadi terinspirasi membuat karya tulis.  Buku yang dia tulis antara lain catatan juang, 1:11 alil#2, arah langkah, konspirasi alam semesta, garis waktu: sebuah perjalanan menghaus lupa.

Karya yang lain yang terkenal adalah pencipta lagu seperti "celengan rindu", "Hidup kan baik baik saja", dan juga berjudul "waktu yang salah" yang pernah dinyanyikan oleh Hanin Dhiya.

Salah satu Puisi karya fiersa Besari tentang "PERANTAUAN".

Teruntuk Ibuku sayang. Maaf, aku belum bisa pulang. 

Mengadu nasib di negeri orang, 

Kerap bergadang demi peluang.

Iya, aku masih ingat kau pernah bilang bahwa yang terpenting bukanlah uang. 

Namun, aku tak ingin hari tuamu serba kurang, 

hanya karena aku tidak cukup keras berjuang. 

Bertanding kasih denganmu, aku takkan menang, 

karena demi aku, maut pun rela kau tantang.

Tapi Ibu, izinkan anakmu membanting tulang. 

Seberes urusan, aku akan secepatnya datang. 

Karena di punggung tanganmu yang tenang adalah tempat keningku berpulang. 

Dan jemaah denganmu kala sembahyang adalah kebahagiaan yang tak pernah lekang.
alternative Puisi Fiersa Besari Perantauan
Fiersa Besari berjudul Perantauan

Sipnosis puisi

Pusisi ini ditujukan untuk orang tua kita "IBU". Ibu adalah salah satu orang yang kita sangat cintai. Kita meminta maaf untuk ibu karena belum bisa selalu pulang karena kesibukan bekerja jauh nan disana. Di negeri orang bekerja sering lembur untuk mendapatkan penghasilan dan kesuksesan. 

Dan teringat kata kata Ibu bila uang tidaklah terpenting di dunia ini. Tetapi bila tidak berjuang keras mencari uang banyak bagaimana memenuhi kehiduan dan membahagiakan ibu kita? Kita ingin memenuhi kebutuhan ibu seperti Umroh, membelikan pakaian yang layak masih banyak lagi. 

Bila dibandingkan dengan perjuangan Ibu dengan kerja keras kita sangat tidak sebanding. Ibu dengan serba kekurangan membanting pulang untuk membuat kita menjadi sukses. Sedangkan kita tinggal bekerja keras saja tuntuk membahagiakan Ibu.

Kita yang bekerja jauh selalu mengharapkan pulang untuk bertemu dengan Ibu . Selalu ingin bertemu Ibu yang sering mendoakan kita yang sedang bekerja. Janganlah mengecewakan beliau yang sangat mencintai kita. Jadilah orang yang berguna bagi semua orang. Jangan mudah putus asa bila ada halangan. Karena halangan itu tidak sebanding dengan perjuangan seorang Ibu demi masa depan anaknya.

Demikian salah satu Puisi karya Fiersa Besari dengan berjudul Perantauan yang sangat menyentuh hati. Kata kata yang memotivasi kita untuk membahagiakan orang tua terutama Ibu. Ibu banyak berkorban untuk kita dan kita wajib untuk membalasnya dengan membahagiakan orang tua. Jangan membuat kecewa seorang Ibu. Hiduplah menjadi orang berguna bagi keluarga masyarakat dan bangsa. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Karena 


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar