Skip to main content

Cara menggunakan BPJS Kesehatan ( KIS ) tanpa rujukan

Setiap orang tidak mau mempunyai penyakit. Dan tidak tahu kapan kita terkena penyakit. Padahal pengobatan di rumah sakit semakin mahal. Tak masalah bagi yang mempunyai uang. Tapi untuk masyarakat menengah kebawah bagaimana? tentu saja bagi orang yang tidak mampu akan mengalami kesulitan untuk membayar membayar biaya RS. Untuk itu kita perlu asuransi dimana suatu saat jika kita berobat akan tertanggung. Pemerintah sekarang menyediakan asuransi BPJS Kesehatan. Diaman BPJS bisa digunakan semua orang kaya atau miskin. Bagi yang miskin tidak akan dikenakan biaya karena sudah dibiayai oleh pemerintah.

Cara Menggunakan BPJS Kesehatan tanpa Rujukan
BPJS Kesehatan

Tentu saja kita menggunakan asuransi BPJS mempunyai aturan-aturan yang harus ditaati. Jadi tidak bisa asal periksa di semua rumah sakit. Untuk penyakit yang ringan tidak bisa digunakan di rumah sakit rujukan. Hanya bisa digunakan di farkes pertama. Karena sistem BPJS adalah rujukan. Artinya bila klinik yang pertema tidak bisa mengatasi akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap lagi.

Akan tetapi BPJS kesehatan bisa digunakan di rumah sakit tanpa rujukan farkes sebelumnnya asal emergensi. Pasien tidak memakai rujukan hanya dilayani di IGD (Instalasi Gawat Darurat). Kriteria emergensi tidak argumen dari pasien, tentu saja menurut badan penyelenggaran jaminan sosial ini. Rumah sakit pun akan mengikuti aturannya, bila tidak mengikuti biaya periksa tidak bisa di klaim.

Pengertian BPJS ( Badan Penyelenggara Jaminan Sosial )
BPJS adalah salah satu progam asuransi dari pemerintah dimana tujuannya adalah membantu dan memperatakan kesejahteraan masyarakat. Dalam artikle ini akan membahas tentang BPJS yang berhubungan dengan kesehatan antara lain:

BPJS Kesehatan
BPJS kesehatan yang sekarang disebut KIS ( Kartu Indonesia Sehat ) adalah salah satu bantuan dari pemerintah dalam segi kesehatan. Dimana penduduk di Indonesia diwajibkan mendaftar asuransi tersebut. Dan semua rumah sakit harus kerjasama dengan BPJS. Jaminan ini bisa digunakan pada saat sakit (tidak dalam jam kerja)

BPJS Ketenagakerjaan
BPJS ketenagakerjaan ditujukan untuk menjamin kesehatan pada saat bekerja. Contoh pada saat mengalami masalah kesehatan contohnya jatuh di kantor masih dalam waktu bekerja. Termasuk mau berangkat kerja atau pulang kerja menuju rumah.  BPJS pensiunan adalah bantuan diterimakan setelah pensiun tidak lagi bekerja. Tentu saja bila pasien mengalami kecelakaan dalam waktu jam bekerja tidak bisa menggunakan BPJS kesehatan tetapi yang digunakan BPJS ketenagakerjaan. Perlu diingat dalam waktu bekerja tidak hanya dilingkungan kerja. Bisa jadi pasien akan berangkat kerja, pulang kerja, atau pergi keluar kantor untuk tugas masih dalam jam kerja.

Berapa Macam BPJS Kesehatan ?
Perlu diketahui jaminan kesehatan ini dibagi menjadi dua yaitu BPJS NON PBI dan BPJS PBI. Walaupun dibagi dua untuk peraturan periksa tetap sama. Yang membedakan adalah iuran wajib dan penempatan kelas untuk kamarnya.

BPJS non PBI adalah yang secara mandiri setiap bulan bayar sendiri atau dari perusahaan sesuai kelas yang diminta. Untuk rawat inap yang menghendaki sesuai kelas tidak akan membayar. Untuk non PBI pasien boleh naik kelas dan membayar selisih kamarnya. Akan tetapi di tahun 2019 ini hanya boleh naik satu tingkat kelas. Bila naik lebih dari itu akan gugur jaminan kesehatan.

BPJS PBI adalah jaminan kesehatan dari pemerintah dan tidak ada iuran setiap bulan bila jaman dulu seperti Jamkesmas. Ditujukan bagi yang tidak mampu untuk membayar setiap bulan. Peraturan BPJS ini hanya bisa menduduki kelas tiga dan tidak boleh naik kelas. Situasi demikian sering kali merujuk pasien menggunakan jaminan ini akan susah karena harus kelas tiga. Untuk ruangan khusus pengawasan ketat dan operasi pun tetap bisa tertanggung. Pasien tidak membayar sama sekali.

Manfaat BPJS Kesehatan bagi masyarakat Indonesia
Untuk masyarakat tidak mampu cukup tertolong dengan adanya asuransi ini. Contohnya ada orang yang jatuh (bukan kasus kecelakaan) mengalami patah tulang. Langsung dibawa ke IGD salah satu RS. Dianjurkan operasi. Saat mencari kamar menghendaki sesuai kelas BPJS yang dipunyainya. Seluruh biaya operasi, obat-obatan, dan kamar ditanggung pemerintah. Bila sesuai kelas pasien tidak akan membayar sama sekali.

Contoh penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan tanpa rujukan
Khasus emergensi menurut BPJS maka tidak perlu menggunakan rujukan tingkat sebelumnya. Yang perlu diketahui tidak semua penyakit bisa langsung tertanggung BPJS kesehatan di IGD. Tergantung diagnosa dokter yang meriksa apakah termasuk emergensi BPJS atau tidak. Aturan BPJS juga masih berubah-rubah. Sehingga setiap rumah sakit peraturan tentang BPJS belum seragam. Karena BPJS juga masih mencari kefektifan untuk peraturannya.

Disini kita bahas tentang BPJS kesehatan yang bisa langsung tanpa rujukan. Disaat sakit contohnya serangan asma langsung ke rumah bagian sakit IGD (instalasi gawat darurat) dimanapun menggunakan BPJS kesehatan karena termasuk kasus emergensi.

Contoh penyakit yang langsung ke IGD
  • Penyakit stroke  akut: dimana pasien stroke mendadak tidak perlu ke farkes pertama dulu. Karena penyakit yang menyerang otak adalah khasus emergensi. Pasien bisa langsung ke IGD rumah sakit manapun di Indonesia. Disarankan pasien di bawa ke RS terdekat yang mempunyai CT-SCAN kepala.
  • Asma attack : penyakit asma kadang timbul mendadak dan menyerang pernafasan. Keluhan utamannya adalah sesak sehingga harus dilakukan tindakan nebulizer. Tidak menunggu rujukan langsung saja ke rumah sakit terdekat.
  • Patah tulang ( kecuali khasus kecelakaan ada lawan) : contoh pasien saat berjalan kepleset dan jatuh didepan rumah. Nyeri pada tangan kanan karena tadi untuk menyangga. Pasien dibawa ke rumah sakit dan di foto tangan kanan ada patah tulang. Dianjurkan operasi pasang plat. Pasien bisa menggunakan kartu BPJS kesehatan.
  • Serangan jantung: Serangan jantung segera ke rumah sakit besar yang terdekat melalui IGD.
  • Rentensi urine karena prostat: pasien tidak bisa kencing dicurigai karena prostat, ke igd dipasang selang urine/ kateter.
Penyakit yang lain seperti : Sepsis (infeksi menyeluruh), Leptospirosis, Anemia gravis Hb < 8, gagal nafas, Cardiac arest, Demam berdarah trombosit <100 atau DHF mengalami syok, Vertigo, App akut maupun perforasi (pecah), Gigitan binatang, Dehidrasi sedang berat, Demam diatas 40 c. Gangguan elektrolit, Luka robek pada salah satu bagian tubuh, Cidera kepala sedang berat. Masih banyak lagi sesuai pemeriksaan dokter jaga di IGD

Yang membuat tidak ditanggung BPJS kesehatan di IGD
Ada beberapa dari khasusnya memang emergensi tetapi bisa gagal tidak ditanggung BPJS. Contohnya beberapa hal sebagai berikut:
  • khasus sengaja berkelahi kecuali mengalami kekerasan oleh orang lain (contohnya dirampok)
  • pada saat memakai obat terlarang atau minum- minuman keras seperti alkohol
  • mengalami depresi dan bunuh mencoba diri
  • kasus kecelakaan ada lawan.Biasanya ditanggung jasaraharja
  • bukan kasus emergency contohnya batuk pilek. Maagh

Bagaimana bila beberapa bulan tidak membayar BPJS Kesehatan?
Rumah sakit sudah mempunyai sistem online. Jadi tahu Kartu masih aktif atau tidak dengan melakukan cek dari nomer kartunya. Namanya musibah sewaktu-waktu itu pentingnya asuransi kesehatan. Saat diperlukan untuk opname tetapi lupa membayar iuran setiap bulan. Beberapa rumah sakit mempunyai kebijakan tetap bisa digunakan. Tetapi BPJS harus diaktifkan dengan cara membayar denda selama penunggakan ke pihak BPJS. Jadi rumah sakit bisa mengklaim kan biaya yang digunakan selama opname.

Apakah khasus kecelakaan lalulintas juga bisa menggunakan BPJS?
Pada khasus kecelakaan lalu lintas ada lawan disarankan lapor polisi dan Jasa raharja (JR). Jasa raharja akan menanggung sekitar 20 juta. Seandainya biaya perawatan lebih dari yang ditanggung jasa raharja akan dilanjutkan oleh BPJS.

Untuk khasus kecelakaan tunggal jatuh sendiri tetap lapor polisi  dan setelah itu ke jasaraharja minta surat keterangan. Biasanya ada waktu 3x 24 jam batas lapor. Setelah mendapat surat dari jasaraharja bawa tidak tertanggung JR khasus ini baru bisa menggunakan BPJS kesehatan yang aktif.

Bayi baru lahir bisa menggunakan BPJS?
Peraturan lama pada saat ibu hamil bisa mendaftar BPJS untuk calon bayi. Setelah lahir bayi otomatis bisa menggunakan BPJS kesehatan. Di tahun 2019 ini ada peraturan bayi bisa ditanggung BPJS kesehatan sementara bila mengalami masalah walaupun belum mendaftarkan. Asal ibu dari bayi tersebut sudah terdaftar dan kartu masih aktif. Jaminan ini memberi toleransi 30 hari untuk menguruskan BPJS sang bayi. Dalam pengurusan bpjs bayi dipermudah cukup ke kantor bpjs pusat dan membawa surat keterangan lahir dari rumah sakit, KK.

Untuk bayi yang ibunya belum mempunyai BPJS akan lama dalam pengurusannya. Karena kartu akan aktif lebih dari 1 minggu seperti biasanya. Oleh karena itu sangat penting jaminan sosial ini. Jangan menunggu sakit untuk mendaftarkan. Karena sakit tidak bisa diketahui kapan akan datangnya.

Demikian cara menggunakan BPJS kesehatan di IGD tanpa rujukan. Jaminan kesehatan adalah sangat penting bagi kita. Sisihkan sebagian kecil uang kita untuk asuransi tubuh kita. Karena saat kita sakit dan membutuhkan baya besar akan terasa manfaatnya. Semoga bisa bermanfaat bagi Sobat yang membaca. Dalam keadaan emergensi diperlukan ketepatan dalam bertindak. Bila menang emergensy segera ke rumah sakit.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar