Skip to main content

Menggunakan BPJS Kesehatan tanpa rujukan bisa langsung ke RS melalui IGD bila emergensi

BPJS kesehatan IGD rumah sakit emergensi
BPJS Kesehatan
Sebagian orang belum tahu ternyata BPJS kesehatan bisa digunakan di rumah sakit (RS) tanpa rujukan farkes sebelumnnya. Pasien tidak memakai rujukan hanya dilayani di IGD (Instalasi Gawat Darurat). Tetapi tidak semua tertanggung dan khasus emergensi menurut BPJS yang tertanggung. Untuk periksa poli spesialis tetap menggunakan rujukan dari farkes yang lebih rendah.

Pengertian BPJS

BPJS kesehatan yang sekarang disebut KIS ( Kartu Indonesia Sehat) adalah salah satu bantuan dari pemerintah dalam segi kesehatan.  Dimana penduduk di Indonesia diwajibkan mendaftar asuransi tersebut. Dan semua rumah sakit harus kerjasama dengan BPJS.

Selain BPJS Kesehatan adalah BPJS Ketenagakerjaan dimana pada saat mengalami masalah kesehatan contohnya jatuh di kantor masih dalam waktu bekerja. Termasuk mau berangkat kerja atau pulang kerja menuju rumah.  BPJS pensiunan adalah bantuan diterimakan setelah pensiun tidak lagi bekerja.

Berapa Macam BPJS Kesehatan?

Perlu diketahui BPJS Kesehatan dibagi menjadi dua yaitu BPJS NON PBI dan BPJS PBI.

BPJS non PBI adalah bpjs yang secara mandiri setiap bulan bayar sendiri atau dari perusahaan sesuai kelas yang diminta. Untuk rawat inap yang menghendaki sesuai kelas tidak akan membayar. Untuk non PBI pasien boleh naik kelas dan membayar selisih kamarnya. 

Yang kedua adalah BPJS PBI adalah jaminan kesehatan dari pemerintah dan tidak ada iuran setiap bulan bila jaman dulu seperti Jamkesmas. Ditujukan bagi yang tidak mampu untuk membayar setiap bulan. Peraturan BPJS ini hanya bisa menduduki kelas tiga dan tidak boleh naik kelas. Untuk ruangan ICU dan operasi pun tetap bisa tertanggung. Pasien tidak membayar sama sekali.

Manfaat BPJS Kesehatan bagi masyarakat Indonesia

Untuk masyarakat tidak mampu cukup tertolong dengan adanya BPJS Kesehatan. Contohnya ada orang yang jatuh (bukan kasus kecelakaan) mengalami patah tulang. Langsung dibawa ke IGD salah satu RS. Dianjurkan operasi. Saat mencari kamar menghendaki sesuai kelas BPJS yang dipunyainya. Seluruh biaya operasi, obat-obatan, dan kamar ditanggung pemerintah. Bila sesuai kelas pasien tidak akan membayar sama sekali.

Contoh penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan tanpa rujukan

Khasus emergensi menurut BPJS maka tidak perlu menggunakan rujukan tingkat sebelumnya. Yang perlu diketahui tidak semua penyakit bisa langsung tertanggung BPJS kesehatan di IGD. Tergantung diagnosa dokter yang meriksa apakah termasuk emergensi BPJS atau tidak.

Aturan BPJS juga masih berubah-rubah. Sehingga setiap rumah sakit peraturan tentang BPJS belum seragam. Karena BPJS juga masih mencari kefektifan untuk peraturannya.

Disini kita bahas tentang BPJS kesehatan yang bisa langsung tanpa rujukan. Disaat sakit contohnya serangan asma langsung ke rumah bagian sakit IGD (instalasi gawat darurat) dimanapun menggunakan BPJS kesehatan karena termasuk kasus emergensi.

Contoh penyakit yang langsung ke IGD

  • Penyakit stroke : dimana pasien stroke mendadak tidak perlu ke farkes pertama dulu. Karena penyakit yang menyerang otak adalah khasus emergensi. Pasien bisa langsung ke IGD rumah sakit manapun di Indonesia. Disarankan pasien di bawa ke RS terdekat yang mempunyai CT-SCAN kepala.
  • Asma attack : penyakit asma kadang timbul mendadak dan menyerang pernafasan. Keluhan utamannya adalah sesak sehingga harus dilakukan tindakan nebulizer. Tidak menunggu rujukan langsung saja ke rumah sakit terdekat.
  • Patah tulang ( kecuali khasus kecelakaan ada lawan) : contoh pasien saat berjalan kepleset dan jatuh didepan rumah. Nyeri pada tangan kanan karena tadi untuk menyangga. Pasien dibawa ke rumah sakit dan di foto tangan kanan ada patah tulang. Dianjurkan operasi pasang plat. Pasien bisa menggunakan kartu BPJS kesehatan.
  • Serangan jantung: Serangan jantung segera ke rumah sakit besar yang terdekat melalui IGD.
  • Rentensi urine karena prostat: pasien tidak bisa kencing dicurigai karena prostat, ke igd dipasang selang urine/ kateter.
Penyakit yang lain seperti : Sepsis (infeksi menyeluruh), Leptospirosis, Anemia gravis Hb < 8, gagal nafas, Cardiac arest, Demam berdarah trombosit <100 atau DHF mengalami syok, Vertigo, App akut maupun perforasi (pecah), Gigitan binatang, Dehidrasi sedang berat, Demam diatas 40 c. Gangguan elektrolit, Luka robek pada salah satu bagian tubuh, Cidera kepala sedang berat. Masih banyak lagi sesuai pemeriksaan dokter jaga di IGD

Yang membuat tidak ditanggung BPJS kesehatan di IGD

Ada beberapa dari khasusnya memang emergensi tetapi bisa gagal tidak ditanggung BPJS. Contohnya beberapa hal sebagai berikut:
  • khasus sengaja berkelahi kecuali mengalami kekerasan oleh orang lain (contohnya dirampok)
  • pada saat memakai obat terlarang atau minum- minuman keras seperti alkohol
  • mengalami depresi dan bunuh mencoba diri
  • kasus kecelakaan ada lawan.Biasanya ditanggung jasaraharja
  • bukan kasus emergency contohnya batuk pilek. Maagh
  • dalam rangka hanya bermain (bermain bola)

Bagaimana bila beberapa bulan tidak membayar BPJS Kesehatan?

Rumah sakit sudah mempunyai sistem online. Jadi tahu Kartu masih aktif atau tidak dengan melakukan cek dari nomer kartunya.

Namanya musibah sewaktu-waktu itu pentingnya asuransi kesehatan. Saat diperlukan untuk opname tetapi lupa membayar iuran setiap bulan. Beberapa rumah sakit memberi waktu untuk melunasi dulu selama penunggakan. Dan BPJS bisa aktif kembali langsung bisa digunakan.

Apakah khasus kecelakaan lalulintas juga bisa menggunakan BPJS?

Pada khasus kecelakaan lalu lintas ada lawan disarankan lapor polisi dan Jasa raharja (JR). Jasa raharja akan menanggung sekitar 20 juta. Seandainya biaya perawatan lebih dari yang ditanggung jasa raharja akan dilanjutkan oleh BPJS.

Untuk khasus kecelakaan tunggal jatuh sendiri tetap lapor polisi  dan setelah itu ke jasaraharja minta surat keterangan. Biasanya ada waktu 3x 24 jam batas lapor. Setelah mendapat surat dari jasaraharja bawa tidak tertanggung JR khasus ini baru bisa menggunakan BPJS kesehatan yang aktif.

Demikian cara menggunakan BPJS kesehatan di IGD tanpa rujukan. Semoga bisa bermanfaat bagi Sobat yang membaca. Dalam keadaan emergensi diperlukan ketepatan dalam bertindak. Bila menang emergensy segera ke rumah sakit.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar