Skip to main content

14 Macam Seserahan Pernikahan Adat Jawa ( Piranti atau Sarana Paningset )

Nikah adalah salah satu impian orang. Tetapi dalam pernikahan jawa ada syarat adat yang harus dipenuhi. Salah satunya seserahan sebelum nikah. Biasanya serahserahan pada saat lamaran. Dalam acara seserahan ada yang namanya piranti atau sarana paningset. Piranti seperti barang-barang yang diberikan dari pihak pria. Syarat tersebut tergantung kekuatan dari pihak pria. Piranti tidak ditentukan secara pasti tetapi tergantung dari kekuatan pihak pria. Ada 14 macam piranti yang ada dalam adat jawa. Dan setiap macam barang mempunyai tujuan dan makna masing-masing.

Seserahan Pernikahan Adat Jawa ( Piranti atau Sarana Paningset )

Zaman makin maju sehingga banyak yang mengganti syarat dalam acara seserahan. Tidak ada ketentuan salah atau tidak. Akan tetapi alangkah baiknya mengetahui dari awal seserahan yang dianjurkan. Seserahan adalah adat yang turun menurun. Yang sudah lama dilakukan. Isi dari seserahan tidak semua tahu. Mungkin tidak semua bisa dipenuhi tergantung pihak pria.

1. Pisang Sanggan
Pisang raja dipilih karena rasanya enak, harum dan tahan lama. Walaupun kulit pisang raja kering tetapi enak dan harum. Pisang raja dipilih yang besar-besar dan bersih dan disebt gedhang ayu. Sebaiknya pisang ini yang sudah masak atau jadi. Gedhang ayu mempunyai harapan kebahagiaan. Sanggan terdiri atas setangkep pisang raja. Pisang raja mengandung harapan bahwa pengantin mempunyai kehidupan layaknya seperti raja dan permaisuri. Memberikan rasa yang enak dalam arti kebahagiaan kepada orang lain. Kenapa harus setangkep dan masak? karena melambangkan pembicaraan antara kedua calon besan telah matanguntk menikahkan putra dan putrinya. Setangkep pisang ayu sanggan singsetan yang diwadahi nampan disebut pisang sanggan.

2. Suruh Ayu
Mengandung arti bersatunya dua insan. Kita dilahirkan berbeda laki dan perempuan. Tetapi Tuhan bisa mempersatukan jiwa dan raga. Bagaikan daun sirih yang berbeda rupa permukaan dan alasny (atas bawah) tetapi satu rasa. Antara suruh ayau dan pisang sanggan biasanya disatukan. Menjadi istilah suruh ayu gedhang ayu.

3. Benang Lawe
Benang Lawe untuk mengikat pisang. Dengan benang lawe melambangkan bahwa gadis telah diikat dengan tali. Ikatan artinya dipinang. Untuk menuju pertalian suci yaitu akad nikah.

4. Seperangkat pakaian lengkap sarana makeup
Seperangkat pakaian (busana sapengadeg) terdiri dari atas kain baju, kebaya, sandal, sepatu, stagen, kemben (semekan) sarana untuk berhias bagi calon isteri. Jika digabungkan, umberampe menjadi sarana pangadining sarira, miwah pangadining busana. Yang artinya sarana berhias diri dan berpakaian. Piranti melambangkan bahwa calon pengantin pria siap mencukup kebutuhan lahir dan batin bagi istinya. Kebutuhan lahir dan batin istri seperti sandang, ketenteraman hati/batin, dan keindahan bagi wanita. Hiasan ini melambangkan hidup senantiasa memancarkan sinar keindahan kepribadian sehingga hidupnya dapat dicontoh.

5. Sindur
Diambil dari bahasa sansekerta sindura artinya merah. Sindur semacam kain selendang yang berwarna merah dan bergaris tepi putih. Warna merah dan putih melambangkan kama wanita dan pria. Lambang seperti mengandung harapan bahwa menyatunya kama akan membuahkan anugerah putra (anak) sebagai momongan.

6. Kain bercorak truntum
Trumtum atau disebut trubus yang artinya tumbuh. Motif kain ini bunga-bunga kecil. Bercorak seperti bintang dengan warna gelap. Kain trumtum melambangkan pengharapan akan lestarinya perkawinan dan cinta yang terus tumbuh demi kelangsungan hidup berkeluarga. Trumtum ada pula yang mengartikan tumaruntum artinya saling menuntun dan saling mencintai. Dan juga menurunkan kebajikan hingga turun-menurun. Motif kain juga melambangkan perjalanan hidup manusia ada gelap terang, ada susah dan gembira.

7. Berbagai perhiasan
Yang paling cocok adalah perhiasan cincin dari perak atau emas. Bila pihak pria mampu bisa ditambah gelang, kalung dan sebagainya. Cincin berupa polos terusan yang akan dipakai. Hal ini melambangkan cinta calon pengantin tiada akhir. Sehingga membangun keluarga yang bahagia. Didasari cinta kasih pengantin.

8. Jadah, wajik dan jenang
Makanan ini berbuat dari beras ketan. Ketika masih berwujud beras terpisah-pisah per biji. Namun setelah menjadi jadah, wajik, atau jenang lengket menjadi satu. Hal ini melambangkan bersatunya pria dan wanita. Mereka akan lengket terus (bersatu dalam membangun keluarga) layaknya jadah dan wajik.

9. Buah-buahan
Buah terdiri atas jeruk glundung atau jenis jeruk lainnya, apel, kelengkeng dsb. Hal ini melambangkan ketenteraman, kesejukan dan kesegaran bagaikan buah-buahan. Sehingga hidup saling memberikan penyegaran dalam membangun bahtera rumah tangga.

10. Nasi Golong
Nasi Golong adalah nasi putih tang dibentuk bulat seperti bola tenis. Ini mengandung makna bahwa kedua calon pengantin dan orang tua sudah bertekad bulat (golog gilig) untuk bersatu.

11. Urip-urip
Urip-urip berupa ayam jantan. Ayam jantan ini melambangkan seorang calon pengantin pria siap untuk menempuh hidup keluarga.

12. Uang
Uang sebagai sumbangan pihak calon besan. Uang tersebut disebut buwuh. Buwuh artinya uang untuk imbuh anggone rep ewuh. Sebagai tambahan kepada orang tua yang akan mantu.

13. Pelangkah
Pelangkah disebut juga plangkah. Pelangkah adalah pemberian tali asih dari calon pengantin pria kepada kakak calon pengantin wanita yang belum menikah. Karena kedudukannya sebagai adik yang akan menikah duluan. Maka ia memberikan tanda kasih yang disebut plangkah dan meminta izin restu kakaknya. Pelangkah berupa pisang sanggan setangkep dan seperangkat pakaian dan perhiasan (cindera mata). Pakaian juga lambang jodoh. Pelangkah berupa pakaian atau apa saja yang merupakan perlambang doa sang adik. Agar kakaknya segera mendapatkan jodoh.

Biasanya ada acara-acara khusus bila calon pengantin wanita mendahului kakaknya. Tujuan acara langkahan ini memohon restu kepada kakak calon pengantin akan melaksanakan pernikahan terlebih dahulu. Menunjukan kebesaran jiwa sang kakak untuk rela atau lila legawa jika adiknya menikah terlebihd ahulu. Pernyataan hormat dan bakti adik kepada kakaknya. Pernyataan kasih sayang kakak kepada adik. Maka kakaknya mengizinkan dan mendoakan adik yang akan menihkah dahulu supaya bahagia. Menunjukan kepada kerabat bahwa dalam keluarga tumbuh saling mengasihi, menyayangi dan menghormati.

14. Pamesing
Pamesing juga disebut pepesing. Pemsing adalah pemberian kenang-kenangan sebagai tanda hormat dari calon pengantin pria kepada nenek dan kakek calon pengantin wanita. Pamesing ini berwujud kain jarik (jarit). Pepesing ini juga bisa berupa pakaian baru yang terpilih. Pemesing selain menunjukan rasa hormat dan kenang-kenangan juga sebgai tanda penolak balak demi keselamatan dan kebahagian calon pengantin. pepesing disiapkan dari pihak calonpengantin pria dengan kesepakatan calon pengantin wanita.

Demikian mbeberapa macam bentuk seserahan pernikahan adat jawa. Pembaca yang akan menikah bisa mengetahui makna dibalik serahserahan. Ternyata benda yang dipilih untuk serahserahan penuh makna. Budaya ini harus di lestarikan turun-menurun. Selain itu juga bertujuan supaya pasangan bisa bahagia dan mempunyai momongan. Akan tetapi dizaman modern ini tidak harus sama plek seluruh item.semua tergantung kemampuan pihak pria. semoga bermanfaat bagi pembaca.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar