--> Skip to main content

Etika Menyampaikan Ucapan Belasungkawa

Sebagai makhluk sosial, setiap manusia wajib ambil bagian dalam berbagai kehidupan masyarakat. Adanya keterikatan sosial membuat manusia jadi lebih kuat dan bisa menjalani hidup dengan baik. Ikatan sosial tersebut membuat manusia tidak lagi terasing, melainkan mampu membentuk satu kesatuan yang saling memiliki. Dengan adanya ikatan sosial maka manusia mampu bertahan dalam menjalani kerasnya kehidupan. Dalam kehidupan pasti ada yang namanya kelahiran dan kematian. Kematian merupakan salah satu hal yang sangat sulit diterima oleh manusia. Oleh karena itu saat seseorang kehilangan orang terdekat mereka, maka mereka membutuhkan penghiburan dari orang lain. Budaya Indonesia menuntut hal yang demikian. Sudah menjadi kewajiban kita memberikan penghiburan / ucapan belasungkawa saat ada sahabat atau kerabat yang kehilangan orang – orang terdekat. Belasungkawa tersebut diharapkan dapat menguatkan mereka yang menerima kemalangan tersebut.

Membuat ucapan belasungkawa tidak boleh dibuat dengan sembarangan. Walaupun tidak ada aturan khusus yang mengatur tentang ucapan belasungkawa, tetapi ada etika atau norma yang harus dipatuhi saat berbelasungkawa. Tujuan belasungkawa ada memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan tersebut. Sebisa mungkin belasungkawa tersebut harus mengandung pesan dan kata – kata penghibur, yang akan membuat orang yang tertimpa kemalangan bisa bangkit dari keterpurukannya. Pada artikel ini akan kami rangkum untuk anda etika menyampaikan belasungkawa kepada kerabat yang tertimpa kemalangan.

Alternative Etika Ucapan Belasungkawa
Ucapan

Pengertian Belasungkawa

Sebelum kita mengetahui lebih dalam tentang etika dalam mengucapkan belasungkawa ada baiknya terlebih dahulu kita ketahui arti dari belasungkawa tersebut. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) belasungkawa artinya pernyataan turut berduka cita kepada keluarga yang menerima kemalangan tersebut. Belasungkawa sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Bentuk belasungkawa bisa saja bermacam – macam, tetapi pada umumnya tujuannya sama. Belasungkawa diharapkan mampu menjadi kata – kata penghibur, karena kematian merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Dengan belasungkawa tersebut diharapkan keluarga dari mendiang bisa tabah serta menerima dengan ikhlas kematian orang yang dicintai.

Etika Menyampaikan Ucapan Belasungkawa

Beragam cara bisa dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa, karena tidak ada aturan baku yang ditetapkan tentang berbelasungkawa. Yang paling penting adalah norma dan etika harus dikedepankan agar belasungkawa tersebut tidak membuat orang yang sedang berduka semakin terpuruk. Berikut ini beberapa cara yang tepat dalam menyampaikan belasungkawa.

1. Menyampaikan Belasungkawa dari Jauh

Jika orang yang berduka tersebut berada di kota yang berbeda dengan anda, dan anda tidak bisa menghadirinya, sebaiknya segera ucapkan belasungkawa melalui pesan, telepon, atau sarana lainnya. Sebaiknya setelah anda mendengar kabar duka tersebut, jangan tunda mengucapkan belasungkawa, karena hal ini bisa disalah artikan orang yang sedang berduka. Belasungkawa tersebut merupakan tanda bahwa anda bersimpati dan ikut merasakan kehilangan orang yang telah meninggal tersebut. Jika orang yang berduka tersebut berada jauh di luar kota, lebih baik memang anda langsung menelponnya dan memberikan kata – kata penghibur. Jika kerabat tersebut sulit dihubungi, maka sebaiknya anda menyampaikan belasungkawa lewat pesan singkat atau email. Jika memungkinkan untuk hadir, maka usahakan untuk hadir di acara pemakaman agar belasungkawa bisa disampaikan langsung kepada kerabat tersebut.

2. Mengunjungi Rumah Duka Jika Tinggal Sekota

Jika anda tinggal sekota dengan keluarga yang berduka, maka jauh lebih baik jika anda berkunjung ke rumah duka tersebut. Karena kehadiran jauh lebih berharga daripada ucapan penghiburan saja. Dengan kehadiran anda di rumah duka, maka keluarga yang berduka bisa mendapatkan ketabahan dan penghiburan yang sangat mereka butuhkan. Belasungkawa jauh lebih tulus dengan kehadiran anda langsung di rumah duka tersebut. Bisa saja saat berada di rumah duka, ada hal yang bisa anda bantu utuk meringankan beban kerabat yang berduka tersebut. Walaupun anda sibuk, sebisa mungkin sempatkan untuk mampir ke rumah duka, karena kehadiran anda sangat berarti bagi keluarga yang berduka. Apa lagi jika yang berduka tersebut sahabat atau kerabat dekat, sangat penting untuk berada di sisi mereka saat mereka berduka.

Jika anda bisa hadir ke rumah duka, maka bukan hanya belasungkawa yang bisa anda sampaikan. Anda juga bisa ikut mendoakan orang yang meninggal tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di alam baka nantinya. Orang yang sedang berduka sangat butuh kehadiran teman atau kerabat di sisi mereka. Karena dengan kehadiran orang – orang terdekat membuat mereka tabah dan kuat menerima kenyataan yang mereka hadapi.

3. Gunakan Busana yang Pantas Saat Mengunjungi Rumah Duka

Jika anda berkunjung ke rumah duka tersebut, maka sebaiknya anda menggunakan busana yang pantas saat pergi melayat. Pada umumnya busana yang digunakan untuk melayat adalah pakaian serba hitam, karena pakaian hitam dilambangkan sebagai kematian. Beberapa budaya memang menerapkan pakaian putih untuk berkabung, tetapi dalam berbagai budaya pemakaman di Indonesia pada umumnya pakaian hitam yang digunakan. Jika anda tidak memiliki baju hitam, usahakan mengenakan busana yang berwarna gelap. Sebaiknya hindari busana yang berwarna cerah atau mencolok, karena hal tersebut dianggap tidak sopan. Tetapi jika anda tidak sempat berganti busana, maka warna apa pun sebenarnya tidak masalah digunakan. Yang paling penting saat melayat adalah ketulusan hati, bukan tampilan busana yang anda kenakan.

4. Gunakan Kata – kata yang Tepat Saat Menyampaikan Belasungkawa

Belasungkawa disampaikan untuk menguatkan orang yang berduka agar bisa ikhlas melepas kepergian keluarga yang dicintai. Oleh karena itu saat anda menyampaikan belasungkawa, sebaiknya gunakan kata – kata yang bisa memberikan penghiburan. Jangan gunakan kata – kata yang bisa menyinggung perasaan orang yang berduka tersebut. Jika memungkinkan, tambahkan kutipan dari kata – kata motivasi atau kalimat dalam kitab suci. Jika anda tidak mampu merangkai kata – kata belasungkawa dengan baik, maka jangan memaksakan diri, karena yang paling penting saat belasungkawa adalah ketulusan hati mengungkapkan perasaan berduka. Jauh lebih baik mengungkapkan belasungkawa tersebut kepada orangnya langsung. Jika yang meninggal sudah berkeluarga, maka ucapkan belasungkawa kepada isri/suami dan juga anak – anaknya.

5. Sumbangkan Uang Jika Keluarga yang Berduka Membutuhkannya

Dalam budaya Indonesia, saat melayat biasanya para pelayat menyumbangkan sejumlah uang untuk meringankan beban biaya dalam layatan atau upacara pemakaman tersebut. Jika keluarga yang meninggal tersebut dirasa membutuhkan uang, tidak ada salahnya memberikan uang saat anda melayat. Jauh lebih baik jika uang tersebut anda masukkan ke dalam amplop dan memberikannya langsung kepada keluarga yang meninggal. Biasanya di rumah duka tersebut, dibuat tempat khusus untuk menaruh sumbangan. Pada amplop tersebut bisa anda taruh nama dan bisa juga tidak. Besarnya uang sumbangan anda bukan hal yang utama , karena yang paling penting adalah ketulusan anda dalam memberikan sumbangan uang tersebut.

6. Jaga Sikap Saat Melayat

Etika lain yang juga penting anda terapkan saat menghadiri rumah duka adalah menunjukkan sikap sopan dan hormat selama melayat. Sebisa mungkin pasang mode hening pada telepon genggam anda, agar tidak menimbulkan kebisingan nantinya. Saat berbicara dengan kerabat atau orang yang berduka, jangan berbicara terlalu keras dan tetap jaga sopan santun. Jangan sampai perilaku anda menyinggung perasaan keluarga yang meninggal atau tamu lain di rumah duka tersebut. Saat anda acara doa, jangan berbincang kepada orang lain. Usahakan juga untuk menghindari bermain smartphone di rumah duka tersebut. Jangan sembarangan mengambil foto tanpa adanya izin dari orang – orang terkait. Sikap anda yang mengedepankan sopan santun akan membuat acara layat berlangsung dengan baik.

7. Jangan Bercanda Saat Melayat

Menjaga diri agar tetap mengedepankan norma dan etika sangat penting saat melayat karena hal ini sebagai wujud rasa hormat terhadap keluarga yang meninggal. Walaupun keluarga yang berduka sahabat dekat anda, sebaiknya jangan bercanda saat melayat. Walaupun tujuan bercanda tersebut baik, bisa saja disalah artikan oleh orang yang melihat. Walaupun anda sudah terbiasa bercanda dengan orang yang berduka tersebut, di depan banyak orang hindari hal tersebut. Masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan yang namanya “dark joke”, Oleh karena itu sangat penting untuk tetap menjaga sikap. Usahakan untuk tetap mengikuti aturan umum saat melayat agar orang lain tidak menilai anda secara salah. Bagi orang Indonesia rumah duka dianggap sebagai tempat yang sakral, sehingga sangat disarankan untuk menjaga norma kesopanan dan tata krama.

Tunggu Waktu yang Tepat Untuk Menanyakan Kronologis Meninggal

Biasanya saat melayat, orang Indonesia kerap kali mengajukan pertanyaan terkait kronologis meninggal. Apa lagi jika yang meninggal tersebut masih muda. Walaupun anda penasaran tentang kronologis meninggalnya, sebaiknya anda menahan diri untuk menanyakan hal tersebut. Berikan waktu kepada keluarga yang berduka, dan tunggu waktu yang tepat untuk menanyakannya. Jika anda menanyakan langsung kronologisnya, maka hal tersebut nantinya bisa menyebabkan luka yang lebih dalam bagi keluarga yang berduka tersebut. Bahkan beberapa orang mungkin perlu berhari – hari untuk bisa menceritakan kronologis meninggalnya orang yang mereka sayangi. Jangan paksa orang yang berduka bercerita, karena hal tersebut jelas melanggar etika. Saat waktunya tepat nanti, mereka pasti bisa menceritakan kronologis tersebut.

Jadilah Pendengar yang Baik

Terkadang orang yang berduka membutuhkan orang – orang yang mendengarkan isi curhatan hati mereka. Dengan mengutarakan isi hati, maka rasa sedih yang mereka rasakan bisa berkurang. Jika keluarga yang meninggal tersebut membutuhkan tempat untuk bercerita, maka sebaiknya anda menjadi pendengar yang baik. Jangan sekali – kali menghakimi mereka saat sedang bercerita, dan jangan potong pembicaraan mereka. Anda juga tidak perlu memberikan kata – kata penguat/ penghibur, karena terkadang orang yang berduka hanya butuh didengarkan. Dengan menjadi pendengar yang baik, maka anda bisa membantu mereka untuk keluar dari keterpurukan yang mereka alami. Jika yang berduka tersebut sahabat anda, maka usahakan untuk meluangkan waktu mendengarkan curhatan mereka. Tidak banyak orang yang mampu menanggung beban sendiri, karena setiap orang membutuhkan orang lain.

Poin yang Perlu Ada Dalam Ucapan Belasungkawa

Sebenarnya tidak anda aturan baku tentang apa saja isi yang wajib anda dalam ucapan belasungkawa. Belasungkawa tersebut sifatnya bebas, dan yang paling penting adalah isi belasungkawa harus murni dari hati. Percuma anda membuat kalimat yang menggugah dan menginspirasi jika kalimat tersebut tidak didasarkan oleh niat yang tulus dan murni. Tapi sebisa mungkin kalimat yang disampaikan saat belasungkawa bisa memberikan dampak positif bagi orang yang sedang berduka. Kata – Kata belasungkawa yang anda sampaikan diharapkan mampu membuat orang yang berduka tersebut terhibur, serta bisa mengiklaskan kepergian orang yang meraka cintai. Jika anda ingin membuat kata – kata belasungkawa yang baik, poin – point berikut ini perlu anda masukkan dalam kalimat yang anda buat.

1. Memberikan Empati

Salah satu poin penting yang harus adalah dalam ucapan belasungkawa adalah kata yang menunjukkan empati anda. Empati tersebut menunjukkan bahwa anda ikut serta merasakan kehilangan orang tersebut. Tidak perlu mengungkapkan secara langsung empati anda, karena sikap lebih baik dibanding dengan kata – kata. Dengan menunjukkan empati maka orang yang berduka tersebut nantinya bisa lebih kuat menerima kenyataan yang dihadapi. Sebisa mungkin jangan pernah menggunakan kata – kata yang membuat orang berduka jadi tersinggung, seperti melarang menangis, membandingkan dengan orang lain, dan hal lainnya. Rasa empati yang anda tunjukkan bisa membuat orang yang berduka tersebut mendapatkan penghiburan yang mereka butuhkan.

2. Memberikan Pesan

Hal lain yang juga penting anda sematkan saat berbelasungkawa adalah kata – kata yang mengandung pesan. Pesan yang dimaksudkan di sini tujuannya agar orang yang berduka tersebut tidak terlalu lama larut dalam kesedihan. Akan lebih baik jika pada ungkapan belasungkawa yang anda buat mengandung pesan yang mampu menggugah perasaan orang yang berduka tersebut. Anda bisa mengutip kata – kata bijak, atau kalimat dari kitab suci sebagai pesan dalam ungkapan belasungkawa yang anda buat. Jika anda menambahkan pesan yang menggugah, maka orang yang berduka tersebut nantinya sanggup menerima kenyataan dan tidak terlalu lama larut dalam kesedihan mereka.

3. Memberikan Doa

Saat anda ingin menyampaikan ungkapan belasungkawa, maka usahakan agar terdapat doa pada ucapan yang anda buat. Doa tersebut sangat penting baik untuk orang yang meninggal atau untuk keluarga yang ditinggalkan. Masukkan doa ke dalam ungkapan belasungkawa anda agar orang yang meninggal tersebut bisa mendapatkan tempat yang layak di alam baka nanti. Doakan juga keluarga yang tinggalkan agar bisa tabah serta mampu menjalani kehidupan dengan lebih kuat. Tidak masalah jika kepercayaan yang anda anut berbeda dengan keyakinan keluarga yang meninggal tersebut, karena tidak ada yang salah dalam doa. Atau juga anda ragu memasukkan kalimat doa ke dalam ungkapan belasungkawa tersebut, maka anda bisa menggunakan doa yang sifatnya umum.

Jangan Kawatir Soal Perbedaan Agama

Sudah hal yang lumrah bagi masyarakat Indonesia melayat ke rumah kerabat yang berbeda suku, budaya, dan agama. Sebagai makhluk sosial memang sudah sepantasnya setiap manusia saling membantu dan mengasihi. Walaupun orang yang meninggal tersebut berbeda agama dengan anda, maka jangan pernah jadikan agama sebagai alasan untuk tidak hadir ke rumah duka atau pemakaman. Tidak anda agama yang melarang seseorang berbelasungkawa. Sebagai manusia wajib hukumnya bagi kita untuk memberikan penghiburan bagi sahabat yang sedang berduka. Yang paling penting adalah niat tulus untuk memberikan penghiburan kepada mereka yang ditinggalkan orang yang mereka cintai. Jika anda ingin mendoakan orang yang berduka dan yang meninggal tersebut, maka doakan dengan keyakinan yang anda pegang teguh.

Contoh Ucapan Belasungkawa

"Innaa Lillahi Wainna Illaihi Raji'un". Semoga Allah mengampuni segala dosa di dunia ini dan menerima amal ibadah teman kita (Nama Almarhum) dan diberikan kesabaran dan ketabahan pada keluarga yang ditinggalkan.

 

Kami keluarga besar (nama yang mengucapkan) turut berduka atas meninggalnya (nama Almarhum). Semoga amal ibadahnya diterima, dosanya diampuni serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

 

Saya berserta keluarga mengucapkan turut berduka cita yang sebesar-besarnya atas meninggalnya sahabat dan saudara kami. Semoga seluruh amal ibadahnya di dunia diterima oleh Allah SWT. Serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberkan ketabahan dan kesabaran.

 

Turut berduka cita, Semua ini adalah rencana baik Tuhan, dan kita harus menerima kepergiannya dengan ketabahan.

 

Selamat jalan sahabat, kisahmu tak akan pernah kami lupakan. Semoga Allah menghapus segala dosa dan kesalahan serta menenpatkanmu dalam surga-Nya. Amin

Itu lah beberapa etika dan contoh yang perlu dicermati dalam membuat ucapan belasungkawa. Semoga dapat memberi referensi bagi anda.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar